Hukum & Kriminal

Ponco Ditemukan tak Bernyawa di Matani

TOMOHON, beritanusantara.id – Warga Kelurahan Matani II Kecamatan Tomohon Tengah, Selasa 12 September 2017 sekitar pukul 19.30 Wita, heboh dengan ditemukannya seorang lelaki yang sudah tidak bernyawa di Lingkungan VII. Ponco Susilo, pria kelahiran Wonosobo 28 Januari 1972 ditemukan sudah tidak bernyawa di atas tempat tidur, oleh Fredy Kaeng (40), warga Lingkungan II Kelurahan Matani I Kecamatan Tomohon Tengah. Fredy merupakan kakak ipar Ponco.
Penemuan mayat ini, menurut Kapolres Tomohon melalui Kasubag Humas, Ipda Johnny Marthen Kreysen mengutib laporan kepolisian, sekitar pukul 19.00 Wita, Fredy pulang dari tempat kerja di Kaaten (Kelurahan Matani I). Saat itu Fredy diinformasikan oleh Yan Runtukahu, warga Lingkungan VII Kelurahan Matani II, apabila warung milik Ponco tidak buka sejak siang.
Mendengar hal tersebut, Fredy bersama anaknya Devina Kaeng (19) langsung bergegas menuju rumah Ponco. Tiba di rumah Ponco keduanya memanggil nama korban, namun tak ada sahutan. Fredy akhirnya berinisiatif masuk lewat pintu belakang dengan cara mendobrak.
“Saksi Fredy masuk dan mendapati Ponco sudah tidak beryawa di atas tempat tidur yang berada dalam warung. Warung itu merupakan tempat tinggal Ponco selama ini,” jelas Johnny.

Petugas kepolisian dari Polsek Tomohon Tengah melakukan olah TKP dan pengumpulan bahan keterangan atas ditemukannya Ponco Susilo diwarung kontrakannya dalam keadaaan tidak beryawa lagi.

Kapolsek Tomohon Tengah, Kompol Franky Manus bersama petugas Piket Reskrim dan Tim Rayon dipimpin KBO Sabhara Ipda EP Moningka langsung mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) setelah mendapat telepon dari masyarakat.
“TKP diamankan dan mengumpul bahan keterangan. Dari keterangan keluarga, korban Ponco mengidap penyakit diabetes,” ungkap Johnny.
Jenazah korban yang hidup sendiri tanpa isteri dengan mengontrak warung, menurut Johnny, berdasarkan rencana keluarga akan dipulangkan ke Wonosobo Provinsi Jawa Tengah.
Ditambahkan, Kanit Reskrim Polsek Tomohon Tengah, Iptu Arie Hasan apabila pihaknya tetap akan mencari bahan keterangan lanjutan, guna mendalami kematian korban.

Reporter: Alfian Teddy
Redaktur: Donny Turang

This post has already been read 6832 times!

Tinggalkan Balasan