Seremonial

Pesatnya Pembangunan di Tomohon tidak Didukung Ketersediaan Lahan

“Pemerintah Kota Tomohon telah merencanakan pembuatan jalan baru, yakni Lingkar Barat Luar untuk tahun depan. Dan tahun ini, ruas jalan PPWG (Kaaten/Matani I)-Dinas Perhubungan (Tumantangtang Sarongsong), sekaligus pelebaran jalan lingkar timur. Hal ini bertujuan guna menunjang pelayanan transportasi di wilayah Tomohon”

Jimmy Feidie Eman, Walikota Tomohon

TOMOHON, beritanusantara.id – Perkembangan Kota Tomohon saat ini yang sangat pesat akan merubah tata ruang, karena sudah tidak sesuai dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Tomohon sebagaimana tertuang dalam Perda (Peraturan Daerah) Nomor 6 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tomohon tahun 2013-2033.
Demikian disampaikan Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman pada sosialisasi perangkat aturan penataan ruang di Kota Tomohon yang diselenggarakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DinPUPR) Kota Tomohon, Rabu 13 September 2017.
Perencanaan, pemanfaatan, pengendalian pemanfaatan lahan dan peningkatan pelayanan masyarakat, menurut Jimmy merupakan salah satu faktor yang penting untuk menjawab tantangan pengembangan Kota Tomohon. Dengan konsekuensi, perkembangan pembangunan akan berimbas pada pemenuhan lahan tanah. Minimnya lahan milik Pemerintah Kota Tomohon dan ketersediaan dana yang masih sangat terbatas merupakan suatu kendala untuk pembangunan jalan sebagai sarana transportasi yang terus bertambah setiap tahunnya.

BACA JUGA: 

Jalan Lingkar Kaaten-Lahendong Segera Dibangun

Peserta sosialisasi perangkat aturan penataan ruang di Kota Tomohon yang diselenggarakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DinPUPR) Kota Tomohon, Rabu 13 September 2017.

“Pemerintah Kota Tomohon telah merencanakan pembuatan jalan baru, yakni Lingkar Barat Luar untuk tahun depan. Dan tahun ini, ruas jalan PPWG (Kaaten/Matani I)-Dinas Perhubungan (Tumantangtang Sarongsong), sekaligus pelebaran jalan lingkar timur. Hal ini bertujuan guna menunjang pelayanan transportasi di wilayah Tomohon,” ungkapnya.
Lewat kegiatan ini, Jimmy mengharapkan, para camat dan lurah dapat mensosialisasikan program ini kepada masyarakat.
“Karena partisipasi masyarakat adalah faktor penentu keberhasilan pembangunan di Kota Tomohon,” ujarnya.
Kota Tomohon, menurut Jimmy patut berbangga, karena Pemerintah Kota Tomohon adalah salah satu dari pemerintah kota yang diberikan kepercayaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyediakan sistem pelayanan yang cepat dan handal, ditunjang dengan pelayanan transportasi gratis ke kantor pelayanan publik. Sehingga waktu pengurusan menjadi lebih nyaman, singkat dan bebas KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).
“Semua ini akan berhasil apabila masyarakat kota Tomohon ikut berperan aktif menunjang kebijakan Pemerintah Kota Tomohon,” katanya.

BACA JUGA:

Walikota: Tanah Adalah Masalah Krusial

Sebelumnya, Kepala DinPUPR Kota Tomohon, Joice Taroreh mengatakan tujuan kegiatan untuk mensosialisasikan dan menyebarluaskan informasi tentang penataan ruang, serta meningkatkan pemahaman para Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai perangkat aturan tata ruang.

Reporter: Prisilia Yelli
Redaktur: Donny Turang

This post has already been read 221 times!

Tinggalkan Balasan