Lingkungan

Fanny Legoh Harapkan Partisipasi Masyarakat Untuk Selamatkan Danau Tondano

Manado, beritanusantara.id – Membloomingnya tanaman eceng gondok secara nyata telah menyebabkan tidak stabilnya kondisi lingkungan di Danau Tondano. Pembiaran atas fenomena itu, tentunya akan menuai dampak yang lebih parah. Karena itu, semua pihak lebih khusus masyarakat sekitar danau diserukan untuk dapat mengambil inisiatif membantu upaya pemerintah dalam mengatasi gulma air tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut Fanny Legoh menuturkan, upaya pemerintah baik Provinsi Sulut maupun Kabupaten Minahasa harus mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat. Sebab kata dia, fasilitas apapun yang diberikan Pemerintah, itu tidak akan maskimal jika masyarakat tidak mau terlibat dalam memberantas tumbuhan gulma ini. “Proyek jangka panjangnya bukan cuma pemerintah, harus masyarakat. Misalnya, kan yang tinggal di sekitar sana bukan pemerintah tapi masyarakat. Mereka harus ada inisiatif-inisiatif baru dan segar yang dapat memberikan kontribusi untuk masalah eceng gondok yang memenuhi danau. Kan ada eceng gondok yang cuma 2 meter dan 3 meter dari rumah mereka, kan bisa diangkat,” ujar Fanny yang saat ini menjabat Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulut.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menambahkan, kerjasama dan pengertian yang baik dari masyarakat sangat diperlukan. Jika upaya pemerintah ini didukung warga maka masalah eceng gondok bakal segera tuntas. “Seandainya ini terjadi 40 tahun lalu, sekarang pasti sudah rata danau itu. Syukur ini baru terjadi 15 tahun lalu,” tuturnya.

Baginya, penanganan yang akan dilakukan Pemprov saat ini sudah lebih baik untuk mengatasi masalah eeng gondok. “Penanganan yang diberikan Pemprov berbeda dengan Pemkab dalam bentuk fasilitas dan teknis, ini sudah didesign begitu baik. Bukan karena mereka lebih professional dari kabupaten tapi ini benar-benar ada langkah serius dari pemerintah provinsi,” tutupnya.

Reporter : Jeffrie Montolalu

 

This post has already been read 173 times!

Tinggalkan Balasan