Lingkungan

Aksi Sapu Laut di Sangihe

TAHUNA, beritanusantara.id – Perkumpulan Sampiri kembali melaksanakan aksi lingkungan hidup, yakni Sapu Laut. Aksi bersih-bersih laut yang dilaksanakan Selasa 29 Agustus 2017, di perairan Tahuna antara Tidore dan Towo’e, melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DinKP) Kabupaten Kepulauan Sangihe, #kopisinggah dan Nusalewo Diver.
“Aksi ini untuk menarik perhatian dan mengetuk kesadaran masyarakat agar jangan membuang sampah ke laut,” kata Direktur Perkumpulan Sampiri, S Barahama kepada beritanusantara.id.

BACA JUGA: 

Tanam 500 Mangrove, Barahama: Ini Restorasi Kehidupan

Kegiatan seperti ini, menurut Barahama, merupakan kegiatan berkelanjutan dari Perkumpulan Sampiri. Sebagai bentuk keterpanggilan melihat kondisi laut yang sudah banyak sampah.
“Sampah menumpuk di laut disebabkan pembuangan sembarangan oleh manusia. Kebetulan kegiatan ini dilakukan dekat muara sungai, jadi banyak sekali sampah yang menempel di karang-karang laut,” jelasnya.
Sampah yang menempel di karang laut ini, Baraham menjelaskan, berdampak pada ekosistem laut. Di mana sampah plastik akan merusak dan menghalangi biota laut sehinggga berdampak pada kehidupan ikan.

BACA JUGA: 

Perjalanan Panjang Kawasan Konservasi Pesisir di Kampung Batuwingkung Sangihe

Kepada masyarakat Tahuna dan sekitarnya, Barahama mengimbau, agar jangan membuang sampah ke laut.
Staf Perkumpulan Sampiri, Roland Tampilang mengaku kegiatan ini dengan slogan ‘laut bukan keranjang sampah’.
“Contoh di kapal, pelayan kapal kan sudah menyediakan keranjang sampah tetapi masih saja ada orang yang membuang sampah ke laut. Jadi jika tidak ada kesadaran mau jadi apa kehidupan alam yang dimandatkan kepada kita manusia sebagai representatifnya,” tambahnya.

Kontributor: Arifin Manumpil
Redaktur: Donny Turang

This post has already been read 209 times!

Tinggalkan Balasan