Headline Nasional

PGI: Pemerintah ‘kecanduan’ Cukai Rokok

JAKARTA, beritanusantara.id – Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Bambang H Wijaya menilai pemerintah terkesan “kecanduan” cukai rokok yang selama ini memberikan pemasukan bagi penerimaan negara cukup besar.
“Penerimaan dari cukai rokok mencapai Rp150 triliun tahun ini. Itu 10,7 persen dari pendapatan pajak. Pertanyaannya, apa benar penerimaan dari cukai rokok digunakan untuk kesehatan masyarakat?” kata Bambang dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Selasa 29 Agustus 2017.
Bambang khawatir penerimaan negara dari cukai rokok bukan dikembalikan ke rakyat untuk peningkatan kesehatan masyarakat melainkan untuk pembangunan infrastruktur seperti jembatan, jalan layang atau jalan tol.
Infrastruktur itu, menurut Bambang, lebih banyak dinikmati oleh kelas menengah ke atas yang memiliki kendaraan sehingga bisa menggunakan jembatan, jalan layang atau jalan tol yang dibangun pemerintah.
“Padahal, yang paling terdampak dari rokok adalah masyarakat miskin. Ini bentuk kelalaian dan ekspresi dari kecanduan cukai rokok,” tuturnya.

BACA JUGA: 

Dasar Hukum Pencantuman Gambar Peringatan Kesehatan di Kemasan Rokok

Bambang mengatakan merokok adalah cerminan dari sikap tidak bertanggung jawab dan menunjukkan ketidakberdayaan manusia. Para perokok tidak berdaya untuk tidak merokok, sedangkan pemerintah seperti tidak berdaya untuk didikte oleh industri rokok.
“Banyak dari kita yang tidak berdaya, bahkan organisasi keagamaan. Barangkali hanya Muhammadiyah yang sudah jelas mengharamkan rokok,” katanya.

BACA JUGA: 

Kemenkeu Belum Kaji Pengenaan Cukai Rokok Elektrik dan Vape

Center for Health Economics and Policy Studies (CHEPS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia bekerja sama dengan Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Indonesia Institute for Social Development (IISD) mengadakan Diskusi Publik “Harga Rokok dan Kemiskinan: Pandangan Pemuka Agama”.
Selain Bambang, pembicara lain yang hadir adalah Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas yang menyampaikan sambutan kunci, Bendahara Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Ida I Dewa Gede Ngurah Utama, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Benny Soesatyo dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan Mukhaer Pakkana.

BACA JUGA: 

Hasil Penelitian Terbaru, Media Sosial Lebih Adiktif Ketimbang Rokok dan Alkohol Lainnya

Sumber: antaranews.com

This post has already been read 189 times!

Tinggalkan Balasan